BIREUEN | Kebakaran hebat melanda komplek Dayah Alqaasimiyyah di Desa Juli Keude Dua, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, pada Jumat (4/4) dini hari. Sebanyak 10 unit bilik atau kamar tidur santri yang berbahan konstruksi kayu serta satu unit rumah dewan guru yang berstruktur semi permanen hangus terbakar. Kejadian ini diduga akibat korsleting listrik.
Menurut laporan Kapolsek Juli, Iptu M. Nasir menyebutkan kebakaran terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Seorang warga sekitar, Syahrel, yang pertama kali menyadari kebakaran, mendengar suara berisik dan mencium bau asap. Saat keluar rumah, ia melihat api sudah membesar di salah satu bilik santri. Syahrel segera berteriak meminta pertolongan, yang kemudian mengundang warga sekitar untuk membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Sekitar pukul 03.40 WIB, satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dari Pos Juli dan tiga unit Damkar dari Pos Induk Bireuen tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman. Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 04.33 WIB.
Kapolsek Juli menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp 30 juta. “Dugaan awal kebakaran ini disebabkan oleh korsleting listrik di salah satu bilik santri. Namun, untuk memastikan penyebab pastinya, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Juli,” ujarnya.
Diketahui, komplek Dayah Alqaasimiyyah telah kosong dan tidak aktif selama sekitar delapan bulan. Pengurus dan pemilik dayah bukan merupakan warga Kecamatan Juli, sehingga tidak ada penghuni saat kejadian berlangsung.
Sebagai langkah pencegahan, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran. “Kami mengingatkan warga untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah atau bangunan yang jarang dihuni. Selain itu, nomor telepon pemadam kebakaran perlu disebarluaskan agar proses pemadaman dapat dilakukan dengan cepat jika terjadi insiden serupa,” tambah Kapolsek Juli.
Kapolsek Juli juga berharap agar masyarakat lebih waspada terhadap kondisi kelistrikan di lingkungan sekitar. "Kami berharap warga dapat lebih peduli dalam memastikan keamanan listrik di rumah masing-masing serta melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan instalasi yang berpotensi berbahaya," harapannya.
Saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan dan pemantauan terhadap lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan. Kepolisian juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani dampak kebakaran ini.
Editor : Redaksi
Social Header